Kenalan Yuk, Jajaran TANK & PANSER KANON YONKAV TNI AD

Bisikbisik.id – Jajaran tank dan panser kanon milik Batalyon Kavaleri (Yonkav)
Yuk, mari kita kenali dan ikuti ulasan singkat mengenai Tank dan Panser Kanon andalan TNI AD.

Tank Alvis Scorpion 90 Light

Daftar Isi



Scorpion 90 termasuk tank modern pertama yang dimiliki TNI AD. Tank ini mulai didatangkan tahun 1995 sebanyak 90 unit dalam beragam versi. Kehadirannya untuk menggantikan sebagian tank AMX-13 buatan Perancis yang mulai uzur.
Tank ringan buatan Alvis, Inggris ini diawaki tiga orang. Persenjataan utamanya berupa kanon kaliber 90 mm buatan Cockerill, Belgia. Munisi yang dapat dibawa sebanyak 40 butir dengan pilihan berupa HE, HEAT, dan HESH .
Kehadiran awal Scorpion 90 guna memperkuat satuan Yonkav 8 Divisi Infanteri 2 Kostrad di Pasuruan, Jawa Timur dan Yonkav 1 Divisi 1 Infanteri Kostrad yang berada di Cijantung, Jakarta Timur.

Tank KMW Leopard 2A4 MTB



Leopard MBT untuk pertama kalinya Yonkav TNI AD mulai diperkuat tank tempur utama (MBT) sejak 2013. Saat itu tank Leopard 2A4 buatan KMW, Jerman mulai mendarat di Tanah Air. Varian Leopard 2A4 mulai diproduksi antara 1985 hingga 1994 oleh KMW dimana militer Jerman mendapatkan sebanyak 695 unit. Varian inilah yang dimiliki TNI AD saat ini. Tank berbobot 60 ton lebih ini dibekali persenjataan utama berupa kanon L/44 kaliber 120 mm buatan Rheinmetall. Laras smooth bore-nya dapat melepaskan munisi jenis KE, MZ, dan APFSDS.

Baca Juga

Aksi Heroik Prajurit TNI Evakuasi Dua Jenazah Teroris MIT di Poso.
Tank Leopard MBT 2A4



Leopard MBT selain memiliki versi Leopard 2A4 standar, TNI AD juga mendapatkan versi upgrade yang dinamai Leopard 2RI (Republik Indonesia). Total sebanyak 61 tank Leopard 2RI diakuisisi yang pengirimannya ke Tanah Air tuntas pada Maret 2017. Secara tampilan versi Leopard 2RI tampak lebih modern dibanding versi Leopard 2A4 standar. Perbedan utamanya yakni pada pemasangan lapisan komposit AMAP (advanced modular armor protection) pada Leopard 2RI. Menjadikan tingkat proteksinya lebih baik seperti menghadapi RPG. Sementara untuk persenjataan utama tak ada perbedaan antara Leopard 2RI dengan versi Leopard A24. Sama-sama menggunakan kanon L/44 kaliber 120 mm termasuk jenis munisi yang digunakannya. Kedua versi Leopard 2A4/2RI kini menggantikan posisi Scorpion 90 milik Yonkav 8 yang bersarang di Pasuruan, Jawa Timur dan Yonkav 1 di Cijantung, Jakarta Timur.

Tank Pindad Harimau 105 MT


Medium Tank Harimau tahun 2015 proyek tank nasional kelas medium (medium tank – MT) resmi diluncurkan. Dikembangkan bersama oleh PT Pindad dengan FNSS dari Turki. Kehadirannya untuk menggantikan tank AMX-13 dan Scorpion 90 milik Yonkav TNI AD. Tank yang resmi mendapatkan nama Harimau ini dilengkapi kubah senjata buatan CMI, Belgia. Persenjataan utama berupa kanon Cockerill 105 mm HP (high pressure) dan senjata sekunder senapan mesin 7,62 mm koaksial. Saat berlangsung pameran IDEF 2019 di Istanbul, Turki pada 30 April – 3 Mei 2019 silam, kontrak pengadaan 18 unit Harimau untuk Yonkav TNI AD resmi ditandatangani.

Tank Doosan Tarantula 90

Panser Kanon tahun 2013, Yon Kav TNI AD mulai diperkuat dengan panser kanon modern Tarantula buatan Doosan, Korea Selatan yang dikembangkang berdasar panser Black Fo 6X6. Sebanyak 22 unit Tarantula diakuisisi. Penempatan ranpur ini disebar rata ke dua tempat. Pertama untuk Yonkav 1, Cijantung, Jakarta Timur dan yang kedua untuk Yonkav 9, Serpong, Tangerang, Banten. Panser berawak tiga orang ini dibekali senjata utama berupa kanon MK3M kaliber 90 mm buatan Cockerill, Belgia. Munisi yang dapat digunakan yakni jenis HEAT, HE-T, dan APFSDS-T. Kehadiran Tarantula adalah untuk menggantikan panser kanon gaek FV 601 Saladin 76 buatan Alvis, Inggris. Dalam perannya, Tarantula didapuk sebagai kendaraan lapis baja untuk dukungan tembakan (AFSV).
Tank Pindad Badak 90

Panser Badak selain mendatangkan Tarantula dari Korea Selatan, Yonkav TNI AD juga diperkuat panser kanon sekelas buatan PT Pindad, yakni Badak berpenggerak 6X6. Persenjataan utama Badak serupa dengan yang diadopsi Tarantula yakni Cockeril MK3M kaliber 90 mm. Demikian juga untuk munisi yang bisa ditembakannya. Seperti halnya Tarantula, panser kanon Badak juga dibuat untuk menggantikkan Saladin 76. Sebanyak 14 unit Badak telah dipesan yang proses produksinya dijalankan dalam dua gelombang dari 2019-2020.
Dengan adanya teknologi canggih dalam kendaraan perang, bisa dibilang saat ini indonesia dalam posisi yang memiliki kekuatan disegani oleh negara lain.

(SC).

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img