Temu Bisnis Peningkatan Pendampingan Ekonomi Pasca Bencana Sulawesi Tengah

Bisikbisik.id – BNPB melanjutkan pendampingan ekonomi tahap ketiga kepada masyarakat Sulawesi Tengah pascabencana 2018 lalu. Kali ini BNPB menyelenggarakan temu bisnis untuk yang menggundang para pelaku usaha, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan dunia usaha.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako mempresentasikan beberapa produk hasil pendampingan masyarakat terdampak bencana. Temu bisnis ini bertujuan untuk mengundang mitra usaha yang potensial untuk menjalin kemitraan dalam rangka pembinaan, pembiayaan, pemasaran dan peningkatan kapasitas usaha dari kelompok dampingan.

Pada temu bisnis yang digagas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perwakilan Direktorat Tata Ruang dan Penanganan Bencana Bappenas/Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menyampaikan bahwa sumber daya lokal perlu untuk dioptimalkan dalam pemulihan pascabencana, khususnya pendampingan ekonomi. Pengoptimalan tersebut menyasar pada modal sosial yang telah ada di masyarakat Sulawesi Tengah. Kemudian, peningkatan kapasitas pada pemberdayaan peran perempuan dan pemulihan pasar.

Di samping itu, pendampingan tersebut juga meliputi pemulihan dan penguatan usaha para petani, nelayan, UMKM dan pelaku usaha lain, pemulihan dan penguatan rantai nilai (value chain) mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, logistik sampai pemasaran yang didukung transformasi digital.

“Kami berharap setelah pencapaian pendampingan diserahkan kepada pemerintah daerah, peran BPBD Provinsi Sulteng dan BPBD Kabupaten Donggala serta Kabupaten Parigi Moutong sangat penting untuk mendorong Bappeda dan OPD teknis dalam hal keberlanjutan usaha kelompok masyarakat hasil binaan BNPB dengan Universitas Tadulako,” pesan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Subdirektorat Pemulihan dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Alam dan Lingkungan BNPB Tono Sumartono, S.Hut.

BNPB juga berharap keberlanjutan program dapat dimasukkan ke dalam perencanaan daerah yang tercatat sebagai UMKM binaan, minimal di tingkat kecamatan atau kabupaten sehingga mereka dapat berkembang dan menaikkan perekonomian, serta pulihnya masyarakat terdampak pascabencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi tahun 2018 yang lalu.

Bappenas mendukung adanya perluasan dan pengembangan jejaring pasar melalui kerja sama dan kemitraan usaha, seperti start-up, market place, off taker dan bisnis offline. Kemudian pendampingan ekonomi akan menghasilkan peningkatan produksi, nilai tambah dan pendapatan masyarakat dan pelaku usaha.

Menurut Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, pemulihan ekonomi pascabencana ini sudah tepat pada fokus pada prioritas, orientasi pada hasil, penguatan redesain sistem perencanaan penganggaran dan mempertajam sinergi, khususnya untuk program-program yang bersifat lintas serta sinergi kementerian dan Lembaga, pemerintah daerah dan BUMN.

Baca juga :

Pesantren Diharapkan Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Nasional.

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img