Badan POM Gelar Webinar Mengenal Jamu Nusantara.

Bisikbisik.id – Jamu nusantara sebagai warisan budaya perlu mendapat perhatian serius semua pihak, termasuk pemerintah. Tidak hanya terbukti secara turun menurun mampu memelihara kebugaran tubuh, tapi juga harus memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutunya. Selain itu, promosi jamu harus terus ditingkatkan agar dikenal luas dan diminati masyarakat lintas generasi.

Untuk mendorong kelestarian jamu nusantara, Badan POM menggelar Webinar “Mengenal Jamu Nusantara: Eksplorasi Obat Tradisional Berbahan Alam Indonesia” secara online, Rabu (08/09). Acara diikuti oleh ribuan peserta dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, pelaku usaha, pemerintah, masyarakat umum, media, hingga selebriti.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani menyampaikan potensi jamu nusantara sangat besar, mengingat Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat dan ramuan jamu dari berbagai suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. “Kearifan lokal dalam rangka pengobatan berdasarkan etnis budaya masyarakat lokal atau etnomedisin, termasuk jamu, merupakan warisan bangsa Indonesia yang bernilai tinggi, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan,” ajaknya.

Data Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA) 2012, 2015, dan 2017 oleh Kementerian Kesehatan menyebutkan terdapat 32.013 ramuan obat tradisional dan 2.848 spesies tumbuhan bahan obat tradisional. Banyaknya ragam jamu nusantara ini membuktikan masyarakat Indonesia menggunakan ramuan tradisional untuk menjaga kesehatan, pengobatan, dan perawatan tubuh, baik dalam bentuk sediaan yang sederhana seperti seduhan, maupun dalam bentuk modern seperti kapsul dan tablet.

Namun demikian, sangat disayangkan sebagian orang hanya mengenal jamu sebatas beras kencur, kunyit asam, dan meniran. Padahal setiap daerah memiliki ragam jamu yang diwariskan nenek moyang mereka. Sebagai contoh Indonesia bagian Barat, Pulau Jawa dikenal dengan jamu untuk kebugaran yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat, mulai dari masa kehamilan, anak bayi, balita, remaja, sampai dewasa. Sedangkan di Sumatera, banyak diproduksi minyak gosok dari tanaman kearifan lokal.

Bergeser ke Indonesia bagian Tengah, Bali sangat banyak jamu kearifan lokal yang juga digemari oleh turis, seperti minyak aroma terapi, minyak balur, lulur tradisional, boreh, minuman loloh, dan sebagainya. Sedangkan masyarakat Dayak juga terkenal dengan ramuan tanaman khas yang hanya tumbuh di Kalimantan.

Baca juga :

Satgas TNI Mengobati Masyarakat Sedang Sakit.

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img