Badai Matahari Ekstrem Memiliki 3 Ancaman Salah Satunya “Kiamat Internet”

Bisikbisik.id – Akhir-akhir ini santer terdengar bahwa akan terjadi badai matahari atau biasa disebut dengan solar storms. Badai matahari ekstrem memiliki dampak kuat pada bumi, salah satu ancamannya yang akan berdampak dengan kehidupan manusia di bumi adalah “kiamat internet.”

Badai matahari merupakan salah satu fenomena alam yang disebabkan oleh letusan plasma dan partikel yang memiliki muatan meledak ke luar angkasa.

Badai matahari diakibatkan dari berbagai letusan yaitu flare, prominences, sunspots serta coronal mass ejections (CME).

Atmosfer bumi dapat dibanjiri oleh badai matahari jika dalam jumlah yang cukup besar. Perlu diketahui bahwa bumi dapat bertindak sebagai lapisan pertahanan jika terkena radiasi berbahaya.

Jika radiasi disertai dengan badai matahari maka hasilnya dapat berbahaya dan bersifat menghancurkan.

Sejarah terjadinya badai matahari

Berdasarkan dari penelitian yang dilakukan oleh Abdu Jyoti menjelaskan bahwa terdapat kemungkinan terjadi cuaca yang luar biasa ekstrem sehingga berdampak pada bumi. Presentase terjadinya cuaca luar angkasa ekstrem kira-kira antara 1,6 % hinggan 12 % per decade.

Sejarah mencatat terjadinya badai matahari ektstrem ini telah terjadi sebanyak dua kali. Badai matahari terjadi pada tahun 1895 dan 1921.

Pada tahun 1859 badai matahari disebut dengan peristiwa Carrington. Badai ini menyebabkan adanya gangguan geomagnetik parah.

Geomagnetic membuat kabel telegraf terbakar. Badai matahari menyebabkan padamnya listrik selama sembilan jam di Kanada. Tidak hanya itu saja penyebab badai matahari di tahun 1859, penyebab lain nya aurora yang biasanya terlihat di kutub, dapat dilihat di beberapa negara yang dekat dengan garis khatulistiwa.

Dampak dari badai matahari ekstrem

Solar stroam atau badai matahari yang saat ini tengah popular dan menjadi bahan perbincangan telah diketahui memiliki dampak yang dahsyat jika terjadi. Terdapat dampak yang perlu anda ketahui, dampak tersebut antara lain :

Kiamat internet

Dampak “kiamat internet” saat ini tengah menjadi sorotan oleh beberapa peneliti. Terjadinya badai matahari menurut beberapa ilmuwan akan memberikan efek yang sangat kuat bagi bumi. Salah satu efeknya yaitu putusnya jaringan internet selama berbulan-bulan.

Berdasarkan pemaparan dari Sangeetha Abdu Jyothi yang merupakan seorang Asisten Profesor dari Universitas of California, AS menjelaskan bahwa badai matahari memberikan dampak sekitar 1,6 % dan 12 % per dasawarsa.

Infrastruktur yang terdapat di bumi belum dapat menahan badai matahari dengan skala besar. Adanya badai matahari akan memberikan ancaman bagi kehidupan manusia zaman modern.

Penyebab dari dampak “kiamat internet” adalah terjadinya pengiriman partikel magnetik ke bumi dengan rata-rata kecepatan jutaan kilometer per jam. Hal itu akan menyebabkan terjadinya geomagneti pada atmosfer bumi.

Badai matahari berimbas pada gangguan gagalnya perangkat elektronik dan repeater sinyal elektronik. Sinyal elektronik biasa digunakan untuk mengirim data melalui jaringan kabel bawah laut.

Kabel repeater yang terdapat di bawah laut dapat ditemukan 50 sampai dengan 150 kilometer. Kabel ini berfungsi untuk memperkuat sinyal jarak jauh.

Dapat merusak satelit

Dilansiri dari detik.com salah satu dampak dari adanya badai matahari yaitu dapat merusak satelit.

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan  dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menjelaskan bahwa dampak dari badai matahari tidak membahayakan bagi kehidupan manusia, namun berbahaya pada teknologi.

Badai matahari akan berdampak pada teknologi karena saat satelit-satelit terkena badai matahari dan satelit gagal dalam proteksinya maka instrument akan mengalami kerusakan.

Kerusakan pada satelit akan mengakibatkan terganggunya layanan-layanan yang mengandalkan satelit. Seperi halnya komunikasi, layanan perbankan dan broadcasting.

Padamnya aliran listrik

Dampak lain dari adanya badai matahari adalah padamnya aliran listrik. Adanya gangguan medan magnetic yang terjadi pada bumi, menjadi penyebab utama.

Adanya gangguan medan magnetik pada bumi akan menyebabkan terbukanya celah medan magnetik di daerah kutub. Hal itu akan memunculkan partikel bermuatan proton dan elektron yang masuk ke dalam atmosfer bumi.

Aliran listik yang mati terjadi pada badai matahari yang terjadi pada tahun 1859 di Quebec, Kanada.

Kondisi padamnya listrik di kanada, menurut Djamal dikarena terjadi induksi sampai terbakar dan terjadi pemadaman listik. Terjadinya kebakaran karena induksi dari partikel-partikel energetik yang berasal dari badai matahari.

Induksi yang terjadi di Kanda menurut penuturan Djamal tidak akan terjadi di Indonesia. Hal itu terjadi karena Indonesia berada di daerah ekuator. Daerah ekuator merupakan daerah  yang terletak di lintang rendah.

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img