PPP Soroti Jebloknya Harga Telur dan Kenaikan Harga Pakan Ternak

Bisikbisik.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyoroti kenaikan harga pakan ternak dan jebloknya harga telur di pasaran. Akibatnya, para peternak ayam petelur menjerit dan mengalami kerugian yang tidak kecil.

Sekretaris Majelis Pakar DPP PPP Aunur Rofiq mengatakan, peternak ayam saat ini mengalami kondisi yang memprihatinkan. Selaian harga telur di pasaran jeblok, harga pakan ternak juga mengalami kenaikan yang tinggi.

“Harga telur di pasaran jeblok dari yang sebelumnya harga dari peternak Rp 20.000/kilo, saat ini turun di angka Rp 14.000/kilo. Kondisi saat ini menyulitkan bagi peternak ayam petelur,” kata Aunur di Jakarta, Minggu (12/9/2021).

Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memaparkan, biaya produksi telur satu kilo tidak sepadan dengan harga jual. Hal ini disebabkan harga pakan ternak yang 50% lebih berasal dari jagung mengalami kenaikan dari Rp 4.000 menjadi Rp 6.000 per kilo.

“Sedangkan konsentrat (campuran pakan) juga mengalami kenaikan dari Rp370.000 per sak menjadi Rp450.000 per sak,” papar Aunur.

Baca juga :

Pimpinan DPR:Politik Kesejahteraan Jadi Solusi Atasi Krisis

Dia menyebutkan, situasi ini diperparah dengan konsumsi telur di tengah masyarakat yang mengalami penurunan akibat daya beli masyarakat yang turun. “Dengan berkurangnya permintaan, maka suplai telur di pasar menjadi lebih banyak dari permintaan, ini yang sebabkan harga menurun drastis,” tegasnya.

Saat ini, kata Aunur, dibutuhkan langkah konkret untuk menyelematkan peternak ayam petelur, salah satunya dengan melakukan gerakan nasional mengonsumsi telur ayam untuk membantu para peternak ayam petelur. “Gerakan ini akan mengatasi kebutuhan protein masyarakat tercukupi dan meningkatkan pembelian langsung pada para peternak,” ucapnya.

Selain itu, Aunur meminta pemerintah agar membuat kebijakan afirmatif kepada para peternak ayam petelur dengan ketersediaan pakan ternak yang mudah dan murah.

“Kebutuhan harga pakan yang rasional, agar usaha peternak petelur dapat berlangsung. Maka peran pemerintah harus hadir melindungi para peternak dengan menyediakan jagung dan konsentrat yang cukup,” tandasnya. 

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img