Kenali 3 Penyebab dan Gejala Henti Jantung Saat Berolahraga

Bisikbisik.id – Beberapa bulan yang lalu tepatnya pada bulan Juni (14/06) hari Senin, legenda bulutangkis yaitu Markis Kido dikabarkan meninggal dunia. Markis Kido diduga meninggal karena terkena serangan jantung atau mengalami henti jantung pada saat berlatih badminton. Fenomena henti jantung, sering sekali terjadi pada saat sedang melakukan aktivitas berat seperti olahraga.

Henti jantung dalam dunia kedokteran memiliki istilah yakni cardiac arrest atau Sudden Cardiac Arrest (SCA). Cardiac arrest adalah kondisi di mana jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba.

Berhentinya detak jantung secara tiba-tiba diindikasi bahwa kondisi jantung pada saat itu tidak sedang baik-baik saja. Jantung yang berhenti berdetak akan menghentikan kinerja bagian tubuh lain. Seperti darah akan berhenti untuk memompa jantung menuju organ otak, hati dan juga paru-paru.

Berhentinya beberapa organ tersebut membuat orang yang mengalami henti jantung sulit untuk bernapas, bahkan berhenti bernapas.

Melakukan kegiatan seperti olahraga sebenarnya dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Hal itu terjadi karena disebabkan oleh menurunnya penyempitan pembuluh dan penumpukan lemak yang berada di bagian arteri.

Namun pada kasus yang terjadi pada mantan atlet bulutangkis Indonesia yakni Markis Kido dan sejumlah masyarakat yang meninggal pada saat melakukan olahraga, merubah persepsi masyarakat terhadap olahraga. Masyarakat beranggapan dengan berolahraga dapat menimbulkan penyakit jantung, salah satunya henti jantung.

Dirangkum dari dokterjantung.com dan beberapa sumber lainnya. Berikut ini alasan terjadinya henti jantung pada saat olahraga.

Tidak mendapatkan bantuan dengan cepat

Kondisi henti jantung dapat dialami oleh siapapun dan dalam kondisi apapun. Dilansir dari dokterjantung.com jika seseorang mengalami henti jantung dan tidak cepat untuk ditangani. Besar kemungkinan otak dan jantung akan mengelami kematian, dalam kurun waktu kurang lebih 4 hingga 10 menit.

Pertolongan pertama yang harus dilakukan oleh orang-orang disekitar adalah melakukan CPR/RPJ. CPR/RPJ harus dilakukan dalam 10 menit pertama. Hal itu dilakukan pada orang yang mengalami henti jantung, agar tetap terjaga oksigen dan darah dalam tubuh tetap mengalir ke otak.

Jika seseorang yang mengalami henti jantung dan mendapatkan pertolongan pertama, pada satu menit pertama. Maka akan berpeluang besar untuk selamatan kurang lebih 90%.

Tidak melakukan Pre Participation Screening (PPS)

Pada saat melakukan olahraga yang dinilai cukup berat, beberapa orang mungkin tidak melakukan PPS. PPS dilakukan agar dapat mengetahui apakah ada masalah kesehatan atau tidak. Orang-orang yang tidak melakuka PPS tidak mengetahui dengan pasti bahwa sebenarnya dalam dirinya memiliki masalah kesehatan.

Terdapat tujuan utama dilakukannya PPS yaitu untuk mengurangi cedera dan kematian akibat olahraga. PPS dilakukan dengan cara melakukan pemeriksaan medis secara berkala. Hal ini dilakukan untuk mengetahui mengenai faktor-faktor yang dapat menimbukan cedera.

Dengan melakukan PPS sebelum olahraga, gangguan-gangguan seperti kelainan jantung dan penyakit yang tidak terdeteksi dapat diketahui melalui pemeriksaan PPS. Walaupun tubuh mereka terlihat prima. Hal seperti ini lah yang membahayakan keselamatan.

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img