Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak Tidak Bisa Ditunda.

Bisikbisik.id – Covid-19 telah memperparah kerentanan dan meningkatkan resiko anak mengalami berbagai tindak kekerasan baik fisik, psikis, hingga seksual. Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak dari Kekerasan Kemen PPPA, Ciput Eka Purwianti menegaskan upaya penghapusan kekerasan terhadap anak tidak bisa ditunda. Untuk itu, Ciput menuturkan dalam melindungi anak dari ancaman berbagai bentuk kekerasan, membutuhkan sinergi dari semua pemangku kepentingan melalui pelaksanaan sistem perlindungan anak yang terintegrasi, salah satunya dengan menghadirkan sistem pendidikan positif, aman dan nyaman bagi anak.

​“Untuk memastikan tidak adanya anak yang tertinggal atau “Leaving no child behind” dan mencapai target 16.2 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), dibutuhkan upaya terkoordinasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan sistem perlindungan anak yang terintegrasi. Sistem ini dapat mengidentifikasi risiko dan kerentanan anak juga orangtua/wali mereka, serta merespon kerentanan tersebut, melalui layanan multi-sektor yang terintegrasi dan dapat diakses semua pihak,” ungkap Ciput dalam Dialog Tingkat Tinggi pada Konferensi Regional Kedua UNICEF untuk Memperkuat Implementasi Strategi INSPIRE dalam Mengakhiri Kekerasan Terhadap Anak Selama dan Paska Covid-19.

​Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan anak, salah satunya pada bidang pendidikan. Adanya kebijakan belajar dari rumah, turut meningkatkan risiko anak mengalami kekerasan dan eksploitasi, bahkan berakhir di jalanan, diperdagangkan, berkonflik dengan hukum, atau dipaksa menikah di usia dini, terutama pada anak perempuan.

​Selain itu, kekerasan pun bisa dialami anak di lingkungan sekolahnya, seperti perundungan dan hukuman fisik yang membuat anak menderita, mempengaruhi kesehatan mental mereka, bahkan risiko serius lainnya. Oleh karena itu, sangat penting mewujudkan lingkungan sekolah maupun lingkungan pendidikan lainnya yang aman dan nyaman, guna memastikan anak terlindungi, dapat belajar dengan optimal, bermimpi dan percaya diri mengejar mimpinya.

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img