Wanita Hamil Yang Belum Vaksin Lebih Mungkin Melahirkan Bayi Mati Jika Mereka Tertular Covid-19

Bisikbisik.id – Sebuah penelitian menemukan bahwa wanita hamil lebih mungkin melahirkan bayi mati jika mereka tertular Covid-19 tanpa menerima vaksin infeksi virus Covid-19 yang baru. Peneliti Skotlandia mengemukakan resiko lebih tinggi terkena penyakit serius dan resiko kematian bayi lebih tinggi. Mereka juga menemukan bahwa wanita hamil yang menerima vaksin empat kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit.

Menurut siaran New York Times pada tanggal 13 Januari (waktu setempat), peneliti Skotlandia melaporkan bahwa wanita hamil yang terinfeksi Covid-19 tidak hanya berisiko lebih tinggi terkena penyakit serius, tetapi juga lebih mungkin kehilangan bayinya saat lahir mati atau meninggal, segera setelah lahir.

Sebagai hasil penelitian, resiko kematian bayi lahir atau bayi bulan pertama paling tinggi di antara wanita yang terinfeksi Covid-19 dan melahirkan bayi dalam waktu 4 minggu. 22,6 kematian per 1000 kelahiran hidup empat kali lebih tinggi dari rata-rata Skotlandia.

Studi ini juga menemukan bahwa wanuta yang didiagnosis dengan Covid-19 memiliki tingkat kelahiran prematur yang lebih tinggi. Tim peneliti menambahkan bahwa tingkat kelahiran prematur untuk wanita yang melahirkan dalam waktu 28 hari terinfeksi Covid-19 adalah 16,6%, dua kali lebih tinggi dari rata-rata 8% Skotlandia, seperti Amerika Serikat memiliki tingkat vaksinasi yang rendah untuk wanita hamil. Meskipun belum menemukan bukti bahwa vaksin Covid-19 menimbulkan resiko serius selama kehamilan, hanya sepertiga yang divaksinasi.

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img