Linked and Match Harus Menjadi Prioritas BPVP/BLK untuk Atasi Permasalahan Ketenagakerjaan.

Bisikbisik.id – Tantangan yang dihadapi di dunia ketenagakerjaan sangat beragam. Beberapa tantangan itu diantaranya ketidaksesuaian daya serap industri dengan jumlah lulusan SMK, kurikulum yang mismatch dengan kebutuhan industri, belum tersedianya peta industri di daerah, serta ketidak sesuaian penyediaan sarana dan prasarana yang digunakan di laboratorium dan bengkel pelatihan dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, untuk mengatasi tantangan tersebut, Balai Latihan Kerja (BLK) atau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) harus memiliki langkah konkret untuk menjembatani para pencari kerja dengan permintaan pasar kerja.

“Solusi linked and match untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan agar terus diprioritaskan. Perlu langkah konkret untuk menjembatani para pencari kerja dengan permintaan pasar kerja dalam sebuah proses bisnis yang terpadu, serta membangun integrasi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan, tadi dijelaskan oleh ibu menteri, yaitu integrasi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja secara efektif dan efisien,” tegas Wakil Presiden (Wapres) dalam sambutannya di BPVP Lembang, Bandung Barat, Rabu (23/03/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, agar linked and match dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh peserta, maka keberadaan BPVP atau BLK harus diperluas. Untuk itu, Wapres pun memberikan arahan agar Kementerian Tenaga Kerja dapat semakin meningkatkan performa ini dengan membangun setidaknya 1 unit pelaksana di setiap provinsi di Indonesia.

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img