Rencana Badai PHK Tesla, Telah Diatur Lama Oleh Elon Musk

Bisikbisik.id – Pabrikan mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla dilaporkan telah memutus hubungan kerja (PHK) 200 karyawan yang selama ini mengerjakan fitur bantuan mengemudi autopilot. Hal ini dilakukan menyusul ditutupkan kantor di San Meteo, California.

Tesla adalah sebuah perusahaan otomotif dan penyimpanan energi asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Martin Eberhard, Marc Tarpenning, JB Straubel dan Ian Wright. Elon Musk sebagai CEO Tesla dan berbasis di Palo Alto, California.

Kabar pengurangan karyawan itu datang di tengah pengetatan ikat pinggang di Tesla dan selama periode peningkatan pengawasan autopilot oleh regulator dan anggota parlemen Amerika Serikat.

Merujuk pada laporan terbaru Bloomberg pekan ini, Tesla telah memberhentikan 200 karyawan dari 350 karyawan di divisi tersebut. Sementara karyawan yang masih dipertahankan akan dipindah ke kantor Tesla yang lain, dengan beberapa kemungkinan ke Buffalo, New York.

Sebagai informasi, Tesla memiliki ratusan karyawan anotasi data yang bekerja di tim Autopilot San Mateo California dan Buffalo New York. Sebagian besar pekerja adalah dengan keterampilan dan upah rendah seperti pelabelan data Autopilot. Pekerjaan itu melibatkan penentuan apakah algoritme Tesla mengidentifikasi suatu objek dengan baik atau buruk.

Badai PHK memang telah direncanakan akan dilakukan oleh Tesla. CEO Elon Musk mengungkapkan rencana tersebut dalam surat kepada karyawannya awal bulan ini.

Saat itu, dia menuliskan perusahaan berencana mengurangi jumlah pegawai yang digaji sebesar 10%. Menurutnya, Tesla telah kelebihan staf di banyak area.

Dalam laporan ke bursa saham Amerika Serikat, tahun 2021 Tesla memiliki 99.920 karyawan. Artinya jika benar rencana Elon Musk itu, ada 9.992 orang yang terkena PHK di Tesla.

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img