Mikroba Usus Terus Berubah Tergantung Jam Makan

Sangat penting bagi mikrobiota usus untuk hidup berdampingan secara seimbang. Jika keseimbangan ini terganggu, di atas segalanya, sistem metabolisme dalam tubuh menjadi kacau, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti obesitas dan diabetes tipe 2. Namun, sebuah penelitian menemukan bahwa makan terlalu banyak sekaligus atau makan tidak teratur dapat berdampak besar pada keseimbangan mikroflora usus. 

Fenomena fisiologis yang sangat kompleks dan dinamis terjadi di usus halus dan usus besar. Sejumlah faktor berperan, termasuk jenis makanan yang dikonsumsi, pola makan, dan komposisi mikrobioma usus. Secara khusus, keberadaan dan perilaku mikrobiota usus terlibat dalam kontrol pencernaan, penyerapan nutrisi, biosintesis vitamin, dan pengembangan sistem kekebalan tubuh. 

Mikroba usus memiliki  jam sirkadian  dengan siklus 24 jam perubahan siklus berulang, dan pola makan berlebihan atau asupan makanan yang buruk mengganggu ritme ini. Ritme sirkadian merupakan jam internal yang mengatur proses penting dan fungsi tubuh. Kapan waktunya kita bangun dan tidur pun juga diatur oleh ritme sirkadian.

Usus kecil menyerap nutrisi dari makanan cair melalui tindakan pencernaan lambung, dan usus besar terutama menyerap air. Mikroflora usus membantu mengatur dan mengontrol glukosa, kolesterol, dan asam lemak dengan mengubah sesuai dengan ritme sirkadian. 

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img