Hormati Leluhur, Warga Blok Pamengger Desa Pangkalan Adakan Kegiatan Rutin Kirim Do’a Di Makam Ki Buyut Pamengger.

Kab. Cirebon, Bisikbisik.Id – “Leluhur”, adalah sebutan untuk orang yang sudah wafat selama ratusan tahun yang lalu dan dipercaya masyarakat sekarang sebagai cikal bakal orang-orang sekarang ada. bahkan dibeberapa tempat, leluhur selalu dikait-kaitkan dengan berdirinya sebuah pedukuhan (pemukiman) yang sekarang disebut desa. dan dari desa lah sebuah negara terbentuk, maka dari itu, penghormatan kepada leluhur selalu dilakukan oleh orang atau masyarakat yang hidup dimasa sekarang. dan dari sekian banyak leluhur atau yang masyarakat di Cirebon menyebutnya Buyut, di Desa Pangkalan Blok Pamengger RT08 RW02 Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon Propinsi Jawa Barat ada sebuah komplek makam tua yang berusia ratusan tahun.

Makam tua tersebut dipercaya sebagai makam Astana Ki Buyut Pamengger, terkait siapa dan memiliki kemampuan apa sosok Ki Buyut Pamengger ini masih didalami oleh para pemerhati situs seni dan budaya yang tergabung dalam Kelompok Sadar Kebuyutan (Pokdatyut) Cirebon. namun yang pasti, dari cerita turun temurun. sosok Ki Buyut Pamengger adalah sosok yang memiliki ilmu kamulyaan dan pengayom (pelindung) pada jamannya, hingga masyarakat sekitar makam menaruh rasa hormat.

Dan demi untuk menghormati leluhur yang bernama Ki Buyut Pamengger, masyarakat setempat sering melakukan kegiatan keagamaan berupa acara tawasulan (kirim do’a). saking seringnya, acara tersebut sekarang disebut sebagai rutinan malam jum’atan. karena dilaksanakan pada setiap hari kamis malam hari, di setiap tahunnya. begitupun pada kamis malam jum’at 21 ke 22 Juli 2022, kegiatan rutinan kirim do’a buat arwah leluhur yang disebut Ki Buyut Pamengger tetap dilaksanakan. seperti biasa, kegiatan rutinan tawasulan tersebut dihadiri oleh masyarakat sekitar.

Hadir diantaranya yakni ada tokoh masyarakat bernama Kusladi, juga ada tokoh ulama Ustadz Arma, lalu pinih sepuh (sesepuh warga) Haji Jurina, Didin dari Pokdaryut Cirebon, ketua RT08 Andi Toto dan tidak ketinggalan, juru kunci (kuncen) makam bernama Sutarno.
Saat disinggung mengenai pelaksanaan kegiatan rutinan malam jum’atan, Sutarno selaku juru pelihara (jupel) atau yang sering disebut juru kunci (kuncen) ditemui wartawan media ini usai acara mengatakan “Alhamdulillah kegiatan di kebuyutan astana pamengger yg berada di desa pangkalan ini bisa berjalan secara rutin, dan bentuk kegiatannya sendiri adalah rutinan tawasulan atau kirim do’a disetiap malam jum’at. ada juga kegiatan lain seperti hari besar islam atau hari besar penanggalan jawa, seperti maulid nabi, rajab, Sura, dan lain-lain yang sifatnya keagamaan. di Astana Ki Buyut Pamengger ini, kalau dikaji lebih dalam lagi, sebenarnya adalah kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang sifatnya adalah membangun persatuan dan keguyuban (kekompakan) di masyarakat.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat lebih bisa mengenal dan tahu sejarah serta peradaban manusia dimasa lalu. intinya, dari kegiatan rutinan malam jum’atan. masyarakat setempat mencoba merawat dan melestarikan benda cagar budaya sebagai warisan dari leluhur” pungkasnya. ditambahkan oleh ketua RT 08 Andi Toto, ” saya berharap semoga pihak-pihak terkait lebih bisa bersinergi dan lebih peduli lagi ke aset cagar budaya peninggalan leluhur, ingat, karena lewat beliau lah (leluhur ki buyut pamengger, Red) kita-kita masyarakat disini ada”, pungkas Andi Toto mengakhiri perbincangan di malam jum’at dikegiatan rutinan tawasulan (kirim do’a) tersebut. (AM)

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img