KemenPPPA dan Orami Community Ajak Keluarga Cerdas Gunakan Teknologi dan Internet.

Bisikbisik.id – Perkembangan dunia digital yang begitu pesat saat ini, diiringi dengan penggunaan gadget dan internet bagi anak tentunya memerlukan peran dan pengawasan orangtua/pengasuh. Peran dan pengawasan orangtua/pengasuh dibutuhkan dalam mendidik dan memantau perkembangan anak, terutama untuk meminimalisir dampak negatif dari penggunaan gadget serta akses ke dunia digital oleh anak.

Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Rohika Kurniadi Sari mengungkapkan peran orangtua dalam mengawasi anak yang mengakses dunia digital dan menggunakan gadget, sejalan dengan arahan Presiden kepada KemenPPPA yaitu peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak.

“Saat ini, penggunaan internet selain memiliki manfaat juga memiliki dampak negatif, seperti konten pornografi, kejahatan seksual dan eksploitasi terhadap anak, dan grooming. Oleh karena itu, memaksimalkan peran keluarga sebagai unit terkecil dan terdekat dalam pengasuhan serta pengawasan anak menjadi sangat penting. Keluarga terutama orangtua dapat melakukan banyak hal untuk selalu memberikan pengawasan pada anak dalam dunia digital dan penggunaan gadget,” ungkap Rohika pada webinar dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 dengan tema Digital Parenting: Keluarga Cerdas Berteknologi untuk Anak Terlindungi.

Rohika menyebutkan harus ada komunikasi positif dan kesepakatan yang dibangun antara orangtua dengan anak dalam penggunaan gadget. “Anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu kita lindungi dari bahaya, termasuk bahaya yang mengancam di internet. Apapun kondisinya, semua instrumen pembelajaran bagi anak harus dapat dilakukan sebaik mungkin dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Rohika.

Lebih lanjut, Head of Business Development Orami Community, Raymond Santosa mengatakan terselenggaranya webinar ini merupakan kerjasama Orami Community dan KemenPPPA dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 yang mengusung tema Digital Parenting: Keluarga Cerdas Berteknologi untuk Anak Terlindungi.

“Terselenggaranya kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi Orami Community dalam perkembangan anak dan perkembangan dunia digital di Indonesia. Fenomena saat ini, anak-anak dituntut untuk dapat belajar dan mengenal lebih cepat dunia digital. Maka dari itu, pengetahuan dan pengawasan dari orangtua terhadap anaknya menjadi sangat penting. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini, para peserta bisa mendapatkan banyak manfaat, wawasan, dan pengetahuan yang dapat diterapkan langsung oleh para orangtua agar mereka dapat memberikan pemenuhan hak anak dalam memanfaatkan dunia digital dan penggunaan gadget,” ungkap Raymond.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi mengatakan dampak pandemi Covid-19, mendorong berbagai aspek kehidupan masyarakat menjadi lebih dekat dengan dunia digital serta meningkatkan penggunaan gadget, tidak terkecuali anak dalam proses belajar di sekolah. Oleh sebab itu, keluarga harus menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan ramah bagi anak dalam hal penggunaan internet dan gadget yang positif.

“Pola pengasuhan anak dan belajar di sekolah sangat berbeda dari yang sebelumnya offline sekarang berubah menjadi online. Fenomena ini mengakibatkan anak di generasi saat ini diharuskan lebih cepat mengenal dunia digital dan gadget. Berkembang pesatnya laju teknologi dan informasi banyak memberikan hal positif bagi anak-anak. Namun, sangat disayangkan, ibarat pisau bermata dua, internet juga banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan pada anak-anak seperti perundungan siber, kekerasan dan eksploitasi seksual anak online. Maka dari itu, disinilah peran dan tugas kita bersama untuk melindungi anak dari bahaya negatif perkembangan internet,” ungkapnya.

Sementara itu, Program Manager ECPAT Indonesia, Andy Ardian mengungkapkan internet menjadi pintu untuk mencari beragam informasi secara luas, termasuk layanan edukasi bagi anak. Namun disisi lain, ada dampak negatif bila pemanfaatannya tidak disertai dengan pengawasan ketat.

“Banyak informasi mengenai internet yang terus berkembang sehingga perlunya dilakukan edukasi penggunaan internet berulang kali khususnya pada anak. Perkembangan informasi dan pengetahuan tentang dampak internet harus diedukasikan oleh orangtua maupun sesama anak agar anak bisa menjaga diri dan terhindar dari risiko-risiko negatif dari internet serta bisa mengoptimalkan penggunaan internet dengan baik. Selain manfaat internet seperti untuk belajar dan sosialisasi, informasi terkait jejak digital juga perlu dikenali anak, karena segala aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat dilihat orang lain atau terdata di dalam database. Rekam jejak digital tersebut bisa berdampak buruk jika dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan digital, seperti penipuan, hacking atau pembajakan, kekerasan dan eksploitasi. Oleh karena itu, orangtua sebagai sosok terdekat dengan anak harus bisa menjadi teman anak sekaligus contoh bagi anak dalam pola pendampingan mengakses internet dan penggunaan gadget,” tuturnya.

Lebih lanjut, terkait dengan perkembangan dan pendidikan anak di era digital, Psikolog Klinis Anak, Remaja, dan Keluarga, Roslina Verauli menyampaikan peran orangtua dalam pengasuhan anak sejak dini menjadi kunci utama. Perkembangan dunia digital yang saat ini terjadi tidak bisa dihindari, maka orangtua dan anak yang harus menyesuaikan dengan keadaaan. Roslina Verauli juga berpesan bahwa saat ini didiklah anak sesuai dengan zamannya, karena perkembangan zaman tidak dapat terhindarkan. Hal ini dilakukan agar anak dapat bertahan dan tetap berkembang sesuai dengan eranya.

Dalam kesempatan tersebut, pada sesi panel terkahir, Co-Founder & CPD Dus Duk Duk Group, Angger Diri Wiranata menampilkan demo pembuatan mainan anak dengan memanfaatkan bahan dari kardus. Hal ini dilakukan dalam upaya mendukung perkembangan anak melalui kreasi non-digital sehingga dapat mencegah anak kecanduan gadget.(Am).

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img