SMPN 1 Mundu Rehab Ruang Kelas Bernilai Rp.1.299.999.000,- Secara Swakelola, Kepala Sekolah Hermawan Kurang Transparansi Saat Di Konfirmasi.

Bisikbisik.id – Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pendidikan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sediakan untuk memberi rasa aman serta nyaman seluruh warga didik di sekolah-sekolah, baik itu kepala sekolah (kepsek), guru-guru, dan siswa-siswi sebagai peserta didik. pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah negara lah yang mengelontorkan DAK yang di ambil dari APBN tadi, memastikan akan menjamin kelancarannya dengan menyediakan payung hukum berupa peraturan dan petunjuk pelaksanaan (juklak) serta petunjuk tekhnis (juknis). namun peraturan tinggal peraturan, juklak dan juknis tinggalah juklak juknis. hal tersebut bukan tanpa sebab, pengawasan internal dari Dinas Pendidikan setempatpun di nilai kurang greget. di Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat sendiri, tepatnya di wilayah Kecamatan Mundu.

Sekolah dengan nama Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Mundu, dan di pimpin oleh seorang kepala sekolah bernama Hermawan baru-baru mendapatkan bantuan DAK untuk merehab 8 ruang kelas. tidak kira-kira, untuk merehab bangunan berupa kelas sebanyak 8 ruang pemerintah pusat (APBN) menglontorkan anggaran sebesar Rp.1.299.999.000,- (satumiliar duaratussembilanpuluhsembilanjuta sembilanratussembilanpuluhsembilanribu rupiah).
Saat dikonfirmasi via telpon dengan menggunakan pesan singkat chatting whatsapp ke nomor pribadinya oleh wartawan media ini, kepala SMPN 1 Mundu Hermawan pada Sabtu 06 Agustus 2022 mengatakan lewat balasannya “hari ini saya ada kegiatan mas (menyebut wartawan media ini dengan sebutan mas), saya nggak masuk, barangkali senin saja silahkan”. hingga hari yang di ucapkan Hermawan tiba, pada pukul 10.12 Senin 08 Agustus 2022. wartawan media ini datang ke SMPN 1 Mundu untuk bertemu Hermawan selaku kepala sekolah dengan tujuan konfirmasi perihal bantuan DAK rehab 8 ruang kelas di atas tadi, saat baru tiba di pelataran parkir, wartawan media ini di cegat dan di tanya oleh seorang security (satpam) “mau bertemu siapa pak ?”. dijawab oleh wartawan media ini mau bertemu kepala sekolah, “kepala sekolah lagi ada tamu” ujar sang satpam. karena mendengar kalau kepala sekolah Hermawan sedang ada tamu, maka wartawan media inipun menunggu sambil mengirimkan pesan singkat chatting whatsapp lagi. setelah 20 menit menunggu balasan chatting, tepatnya pukul 10.32. Hermawan membalas juga “silahkan ada” (maksudnya di persilakan kalau kepsek Hermawan ada, Red). atas dasar itu, wartawan media ini melangkah masuk dan bertanya pada seorang pria berseragam khas PNS/ASN di mana kepsek berada. namun pria yang di perkirakan berusia 50 tahunan beruban rambutnya tersebut berkata, “pak kepala sekolah tidak ada” padahal ada dan kepsek Hermawan sendiri yang bilang. saat berdiri menunggu, sosok kepala sekolah yang di tunggu datang menghampiri dari arah lapangan yang entah darimana. di sebuah ruangan mirip ruang Tata Usaha (TU), wawancara (konfirmasi) pun di mulai. semua pertanyaan di ajukan dan di jawab lugas oleh sang kepsek Hermawan yang saat itu didampingi seorang sekretaris panitia pembangunan sekolah (P2S) dan seorang pria berpakaian bebas bernama Rokib yang menurut Hermawan kalau Rokib ini ketua evaluasi, namun Rokib sendiri mengaku sebagai koordinator dalam pekerjaan rehab 8 ruang kelas tadi.

Dari sini lah kekurangtransparanan Kepala SMPN 1 Mundu Hermawan dibuktikan, apalagi Rokib saat ditanya wartawan media ini tentang dimana belanja bahan materialnya (nama toko) menjawab ada 3 toko material dan menyebutkan satu persatu ke 3 nama toko tersebut. namun 1 dari ke 3 toko tersebut saat dikonfirmasi via telpon mengatakan, kalau toko bahan bangunannya saat sekarang belum didatangi pihak panitia pembangunan rehab ruang kelas dari SMPN 1 Mundu.
Dan satu lagi kekurangtransparanan Kepsek Hermawan diuji, saat ditanya adakah dan bolehkah melihat kertas susunan para panitia pembangunan sekolah. sang Kepsek hanya menjawab ada namun tidak bisa memperlihatkan kertas tersebut dengan alasan itu merupakan salahsatu dokumen, entah dokumen apa yang dimaksudnya. dokumen negarakah yang tidak boleh diperlihatkan kepublik lewat wartawan, atau dokumen penting yang tidak semua orang bisa melihatnya dan cukup hanya Hermawan lah yang tahu. setelah dianggap cukup wawancara konfirmasi tadi, wartawan media ini mohon diri dan berlalu dari ruangan. namun saat wartawan ini hendak berlalu dari lokasi parkir kendaraan SMPN 1 Mundu, dari kejauhan dari dalam sekolah. Rokib memanggil-manggil wartawan media ini sambil ditangannya memegang sebuah amplop berwarna putih yang entah apa isinya, namun wartawan media ini tetap berlalu sambil tangannya melambaikan tangan dengan takjim.(KUSYADI-AM)

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img