DPUTR Kab. Cirebon Dan CV ATHARIEZZ, Di Duga Bersembunyi “Di Ketiak” Karang Taruna Setempat Pada Proyeknya.

Bisikbisik.id – Gelaran paket-paket pekerjaan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon sedang dilaksanakan, berbagai judul paket dikemukakan. meski beberapa diantaranya tidak terbuka kepada publik (masyarakat wajib pajak, Red), namun pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mencoba konsisten. namun sepertinya antara pemkab dan dinas yang dipercaya menggelar pekerjaan tersebut kurang melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tentang apa dan bagaimana seharusnya peran serta masyarakat pada gelaran pekerjaan tersebut, sehingga dalam pelaksanaan tidak harus berbenturan dengan lembaga kontrol sosial seperti wartawan, anggota ormas, dan anggota LSM.


Adalah paket kegiatan pekerjaan Pemeliharaan Periodik Jalan Kudukeras – Sumber Kidul judulnya, paket yang dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan dan Tata Ruang Kabupaten Cirebon sebagai Pengguna Jasa dan CV ATHARIEZZ sebagai Penyedia Jasa. paket pekerjaan (proyek) dengan dana APBD sebesar Rp.376.504.000,- dengan volume, panjang 273 meter dan lebar 2,50 meter serta 120 hari kerja pelaksanaannya tanpa dicantumkan nama alamat CV ATHARIEZZ pada papan informasi anggaran proyek.
Paket tersebut akhir-akhir ini menuai kecaman dari para pihak sosial kontrol, pasalnya saat dikunjungi oleh 3 wartawan dari 3 media on-line. kunjungan tersebut tak lain hanya ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan paket pekerjaaan itu, namun untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak. kunjungan ke 3 wartawan tadi mendapatkan sambutan sambutan yang kurang pantas, niat menemui pihak pelaksana pekerjaan bernama Asep dari CV ATHARIEZZ tidak berbuah informasi. yang didapat malah amarah dan pengusiran dari seorang bernama Rama, dengan nada tinggi mengumbar amarah. Rama mengusir ke 3 wartawan dengan disertai kata-kata kasar, pada hari Jum’at 30 September 2022 pukul 15.30. selain mengusir dan berkata-kata kasar, Rama juga menantang ke 3 wartawan untuk mengekspost (memberitakan) dia serta kegiatan pekerjaan yang sedang diback up (dibekingi) nya.
Saat diwawancara oleh wartawan media ini pada Sabtu 01 Oktober 2022 lewat pesan singkat chatting whatsapp dinomer pribadinya, Rama hanya menjawab “mohon maaf  ketemu didesa saja biar jelas semuanya” balasnya. dan saat wartawan media ini berkata bahwa posisi sedang jauh dan hanya bisa wawancara lewat telpon, mendapatkan rekaman suara Rama dari salahsatu wartawan yang konon katanya Rama resah dan mengkonfirmasi ulang kejadian hari itu. ada yang menarik dalam rekaman tersebut, Rama berkata kalau dirinya menerima konspensasi uang dari pak Asep pemborong dari CV ATHARIEZZ untuk mengamankan proyek karena ada pihak yang meminta kepada pemborong. uang yang diminta pihak yang dimaksud menurut Rama dalam rekaman tersebut, meminta 1% dari nilai total anggaran proyek. hingga membuat pemborong resah dan menggunakan Rama yang mengaku sebagai karang taruna Desa Kudukeras Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, sebagai Tameng atau Back Up (beking).
Tenang dengan adanya Rama yang mampu mengusir ke 3 wartawan tadi, Asep dari pihak CV ATHARIEZZ dan Dinas PUTR diduga bersembunyi dibawah ketiak Rama sang Karang Taruna. hingga saat dihubungi wartawan media ini dinomer telpon pribadinya lewat pesan singkat chatting whatsapp untuk meminta komentarnya, Asep sang pelaksana (pemborong pekerjaan) bungkam seribu bahasa sampai berita ini diturunkan.  (KS)

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img