Partisipasi Anak : Suarakan Hak dan Perlindungan Anak dari Tingkat Akar Rumput Hingga Pemimpin.

Bisikbisik.id – Jakarta (22/10) – Menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan bebas dari segala bentuk kekerasan dan perlakuan salah lainnya membutuhkan peran anak. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga menyebut lingkungan yang ramah anak tidak dapat hadir serta merta tanpa partisipasi dan keterlibatan anak.

“Lingkungan yang ramah anak itu memang harus diciptakan. Pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak harus dilaksanakan oleh semua pihak. Bukan hanya pemerintah, tetapi anak-anak itu sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, dan yang terpenting bahwa semua pihak harus berperan dengan mengutamakan prinsip kepentingan terbaik bagi anak,” ujar Menteri Bintang dalam kegiatan Kelas Inspiratif Bersama Menteri PPPA RI secara virtual, Jumat (21/10).

Sebagai bagian terdekat anak, lingkungan sekolah, tempat tinggal dan pertemanan juga menjadi ruang untuk mendukung kepercayaan diri anak. Menteri Bintang berharap, lingkungan yang banyak diisi oleh teman sebaya dapat membangun pergaulan yang positif dan jauh dari diskriminasi serta stigmatisasi.

“Kita berharap lingkungan tidak menstigma, tidak mengucilkan anak-anak, saudara yang menjadi korban pelecehan atau eksplotasi, bahkan anak-anak yang orang tuanya harus berhadapan dengan hukum. Saling mendukung untuk tidak memberikan stigma kepada anak-anak sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelas Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga menambahkan partisipasi dan peran Forum Anak sebagai pelopor dan pelapor dapat mendorong teman sebaya untuk saling menguatkan dan menginformasikan pemenuhan hak anak dan memberikan perlindungan khusus anak.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti turut mendukung pernyataan tersebut. Menurut Dini peran anak besar untuk mencegah kekerasan seksual dan kekerasan gender berbasis gender online (KBGO) dengan cara yang bisa diterima oleh anak.

“Pertama yang harus dimiliki adalah empati dulu, bahwa pelecehan atau kekerasan itu bisa terjadi pada siapa saja, pada kita sendiri, teman, bahkan saudara. Empati yang mendorong kita untuk mencari solusi bersama atas pelecehan dan kekerasan seksual di sekitar kita. Ketika memberikan informasi tentang isu kekerasan seksual dibawakan dengan ringan, sebagai teman sebaya dan teman pendidik pendekatannya dengan ngobrol, dari situ kita bisa mempengaruhi teman-teman kita,” ujar Dini.

Partisipasi anak merupakan satu dari 4 hak dasar anak yang harus diwujudkan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Plan Indonesia kembali bekerjasama untuk mendorong partisipasi anak dalam Kampanye Sehari Jadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA). Tahun ini, sehari jadi Menteri PPPA mengangkat tema “Anak Indonesia Terlindungi dari Segala Bentuk Kekerasan Seksual”. Kegiatan Kelas Inspiratif Bersama Menetri PPPA RI merupakan rangakaian kampanye tersebut.

Kampanye Sehari Jadi Pemimpin telah dilaksanakan Plan Indonesia dengan KemenPPPA sejak 2016 sebagai bagian dari kampanye global. Memberikan ruang bagi anak dan kaum muda untuk mengambil alih posisi strategis selama sehari demi mendorong kepemimpinan mereka sebagai penggerak perubahan.

Tujuan kampanye ini untuk anak-anak Indonesia memahami segala bentuk kekerasan seksual dan upaya perlindungan dirinya dan mampu menyuarakan gagasannya kepada tokoh pemimpin yang diambil alih posisinya selama sehari maupun kepada publik secara luas tentang perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan seksual.(am).

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img