Majelis Al- Amin Wal Hasyimi Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah.

Bisikbisik.id – Bekasi – Ditengah gegap gempita kota Bekasi, Majelis Al- Amin Wal Hasyimi Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah di lapangan SD Negeri Harapan Jaya XVIII Kampung Poncol Jaya RT04 RW 20 Nomor kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Jawa Barat. Selasa(22/11/2022).

Memperkokoh persatuan dan kesatuan, NKRI harga mati bersama para ulama, Habaib dan Umaro menjadi tema pembahasan kali ini.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan Tahlil, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya yang dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi. Selain itu, acara ini juga diisi dengan sambutan dari penyelenggara Ustadz Qurthubi Ahbab HZ yang juga pendiri Majelis Al Amin Wal Hasyimi, Tokoh agama, Tokoh masyarakat dan pejabat setempat. Sebelum memasuki acara puncak atau inti, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran.

Pada kesempatan ini, Majelis Al-Amin Wal Hasyimi menghadirkan KH Muhammad Zaim Ahmad Ma’shoem atau yang akrab disapa Gus Zaim pendiri Pondok pesantren Kauman Lasem, Rembang, Jawa tengah untuk memberikan Mauidzah Hasanah.

Dengan nada tegas, Gus Zaim mengingatkan kepada para jamaah agar mendidik anak-anaknya untuk mencintai Nabi Muhammad SAW, Mencintai keturunan Nabi dan gemar membaca Al Qur’an. Keistimewaan bagi yang membaca Al Qur’an, mengamalkan Al Qur’an turut diurai oleh Gus Zaim.

Tidak lengkap rasanya Gus Zaim jika pada malam ini tidak membahas akhlak Nabi, mulai dari perilaku hingga cara Nabi mendidik sahabat-sahabatnya dalam berdakwah.

Sebagai salah satu pengasuh Pondok Pesantren terbesar di Jawa tengah, Gus Zaim juga menghimbau kepada para jamaah untuk Memondokkan putra – putrinya di pesantren. Hal ini dilakukan untuk mencetak generasi yang berkualitas, baik dalam hal Religius maupun kehidupan sehari-hari. Menurutnya metode pembelajaran menghafal di pesantren sudah terbukti efektif dalam mengembangkan karakter anak. Hal ini terbukti dengan universitas Al Azhar Cairo yang merubah metode pembelajarannya menjadi metode hafalan yang sudah dilakukan 50 tahun lebih dulu dikalangan pesantren di Indonesia.

Pada kesempatan ini juga terdapat penggalangan dana oleh panitia kepada para jamaah untuk membantu korban gempa bumi di Cianjur Jawa barat yang terjadi beberapa hari lalu. Diharapkan dengan bantuan yang akan diberikan nanti dapat meringankan beban masyarakat terdampak musibah gempa bumi.(am).

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img