EGM PT Pos Indonesia Cabang Cirebon Diam Seribu Bahasa, Terkait Oknum Pegawainya diduga Menggelapkan Anggaran Bansos Di 7 Desa.

Kab. Cirebon, Bisikbisik.id – Kejadian penggelapan anggaran bantuan sosial (bansos) yang diduga dilakukan oknum pegawai PT Pos unit Mundu yang berinisial Maman alias Eman, terjadi saat 7 Desa yang berada di wilayah Kecamatan Mundu yakni Desa Mundu Mesigit, Luwung, Penpen, Bandengan, Sinarancang, Citemu, dan Desa Waruduwur yang warga nya mendapatkan bansos seperti BBM, Sembako, serta PKH. Sebanyak ribuan warga dari 7 Desa tadi yang disebut sebagai kelompok penerima manfaat (KPM), membanjiri halaman kantor Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat untuk menerima bantuan tersebut beberapa waktu lalu.

Bisikbisik.id

Pembagian anggaran bansos tersebut dilakukan oleh petugas PT Pos unit Mundu Cabang Cirebon, pada saat itu KPM memang menemui beberapa kejanggalan. diantaranya, tidak diperbolehkannya surat undangan tersebut diphotocopy menurut salahsatu Kades/Kuwu saat ditemui oleh wartawan media ini pada Selasa 6 Desember 2022 mengatakan kalau antara jumlah uang yang ada disurat undangan sangat berbeda dengan jumlah uang yang tertera pada keputusan pemerintah lewat barcode yang ada disurat undangan.

Bisikbisik.id

Hal itu dibuktikan dengan surat undangan pengambilan dana bansos milik warga salahsatu desa yang berhasil di photo dan discan dengan menggunakan aplikasi QR dan Pembaca Barcode yang ada di handphone (Hp). nampak jelas disitu terlihat, disurat undangan atas nama Fitriyani dari Dusun Mundu Mesigit RW 005 RT 001 Desa Mundu Mesigit Kecamatan Mundu tertera nilai rupiah bantuan sebesar Rp. 1.575.000,- namun di cek di barcode muncul nilai rupiah yang lebih besar yakni Rp. 1.875.000,- (ada selisih 300 ribu, red).

Di hubungi oleh wartawan media ini lewat pesan singkat chatting whatsapp selama 3 hari berturut-turut ke nomer pribadinya, Executive General Manager (EGM) PT Pos Indonesia Cabang Cirebon yakni Arif Yudha Wahyudi. saat dimintai keterangan (konfirmasi) perihal adanya seorang oknum pegawainya yang berinisial Maman alias Eman yang diduga menggelapkan sebagian kecil anggaran negara berupa bansos tahun 2022 di 7 desa tersebut diatas tadi, hingga berita ini diturunkan. sang EGM PT Pos Indonesia cabang Cirebon, Arif Yudha Wahyudi tidak membalas alias diam seribu bahasa.

Hingga pada Kamis 8 Desember 2022, bertempat di Desa Pamengkang Kecamatan Mundu. wartawan media ini mendapati informasi dari Kades/Kuwu Kosasih, bahwa pelaku (oknum pegawai PT Pos) penggelapan anggaran bansos di 7 desa dikecamatan mundu berinisial Maman alias Eman sudah dilaporkan ke Kepolisian Resort Kota Cirebon. “Maman sudah dilaporkan, tapi dia sudah minggat sejak hari minggu”, pungkasnya. (Kusyadi).

Berita terbaru lainnya

spot_imgspot_img

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_imgspot_img